SEKILAS INFO
: - Sabtu, 11-07-2020
  • 3 bulan yang lalu / TELP: 0821 4933 7997 / 0813 4800 7617
  • 3 bulan yang lalu / Barang: beras, gula pasir, minyak goreng, dan lain-lain. (Diantar / dijemput ke lokasi)
  • 3 bulan yang lalu / Donasi dapat berbentuk uang dan barang. Untuk donasi uang transfer ke Bank Kalbar Rek: 5525431047 An: PCNU LANDAK
Cara Memotivasi Orang Tanpa Uang

Untuk siapa artikel ini?

  • Para pemimpin yang ingin meningkatkan semangat kerja karyawannya
  • Siapa pun yang tertarik untuk menumbuhkan motivasi di dalam dirinya

Apa yang dibahas tulisan ini?

  • Kenapa motivasi dari luar (pemberian insentif) seringkali tidak efektif
  • Seperti apa bentuk motivasi dari dalam (intrinsik) itu
  • Bagaimana metode motivasi yang paling tepat untuk era baru ini

Daniel Pink, sang presenter, membuka presentasi dengan menyajikan permainan teka-teki lilin, yaitu eksperimen yang diciptakan tahun 1945 oleh psikolog Karl Duncker.

Dalam eksperimen ini, peserta diberikan sebuah lilin, satu kotak paku payung dan korek api. Peserta diminta menempelkan lilin ke tembok tetapi tetesannya tidak boleh jatuh ke meja. Eksperimen ini dapat dijawab dengan menggunakan kotak paku payung yang dipasang ke dinding sebagai penyangga lilin. Dengan begitu, tetesan lilin tidak akan jatuh ke meja.

Teka-teki lilin itu digunakan kembali oleh ilmuwan bernama Sam Glucksberg dari Universitas Princeton, Amerika Serikat. Sang ilmuwan membagi peserta menjadi dua grup, satu grup tidak diberi insentif uang dan grup lainnya diberi insentif sesuai kecepatan waktunya dalam menyelesaikan eksperimen.

Ternyata, grup yang diberi insentif menyelesaikan eksperimen rata-rata 3,5 menit lebih lama! Eksperimen ini dilakukan berulang kali selama 40 tahun dengan hasil yang tidak jauh berbeda.

Praktik bisnis yang dilakukan saat ini menggunakan sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment) untuk memotivasi pekerja. Padahal, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pemberian insentif menumpulkan daya pikir dan menghambat kreativitas.

Dari sinilah Daniel Pink menjadi tertarik untuk mempelajari tentang motivasi. Ia kemudian menyimpulkan bahwa ada kesalahan mendasar dalam dunia usaha yang menyebabkan penerapan sistem penghargaan dan hukuman seringkali gagal.

Hadiah membuat pelaku mampu mengonsentrasikan pikiran, sehingga pemberian hadiah efektif untuk tugas-tugas  dengan aturan sederhana dan tujuan yang jelas.

Namun, saat ini pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi. Di sisi lain, dunia usaha menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan andil otak kanan yang lebih kreatif dan konseptual.

Jelas bahwa terdapat kesenjangan antara hasil penelitian ilmiah dengan praktek bisnis secara umum. Jika perusahaan ingin memperoleh kinerja yang lebih baik untuk pekerjaan di abad ke-21 ini, pembenahan mutlak diperlukan. Para ilmuwan yang mempelajari hal ini menyarankan sebuah pendekatan baru, yaitu menyalakan motivasi dari dalam diri pekerja.

Daniel Pink akhirnya menyimpulkan bahwa sumber motivasi baru untuk pebisnis di masa kini berasal dari 3 hal.

Pertama adalah kemandirian (autonomy), yaitu keinginan menakhodai hidup sendiri. Kedua adalah keahlian (mastery), yaitu hasrat menjadi semakin ahli di bidang yang ditekuni). Sedangkan yang ketiga adalah tujuan (purpose), yaitu kerinduan melakukan hal-hal demi kepentingan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.

Contoh kemandirian telah diterapkan oleh Google dan Atlassian. Dua perusahaan itu mengijinkan pegawai menghabiskan hingga 20% jam kerja melakukan apa saja di luar lingkup pekerjaan mereka.

Strategi tersebut membuat Atlassian melakukan begitu banyak perbaikan software. Di jam bebas tersebut, Google pun justru sukses melahirkan produk baru seperti Gmail, Orkut, dan Google News.

Di masa kini, rahasia dari prestasi bukanlah iming-iming hadiah lagi, melainkan motivasi pribadi dari dalam. Sudahkah Anda menerapkannya di perusahaan maupun diri sendiri?

Kesimpulan :

  1. Perkembangan teknologi telah melahirkan lebih banyak pekerjaan yang memerlukan keterampilan berpikir dan kreativitas.
  2. Pendekatan motivasi ekstrinsik dengan menggunakan insentif tidak sesuai dengan tantangan jenis pekerjaan baru tersebut.
  3. Kini saatnya memanfaatkan potensi motivasi dari dalam diri (instrinsik) dengan memberikan kemandirian, keahlian dan tujuan dalam pekerjaan.

TINGGALKAN KOMENTAR