Senin, 14 Jun 2021
  • Selamat Datang di Situs Resmi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Landak. Terimakasih Sudah Berkunjung dan Dapatkan Berita Menarik Setiap Hari Seputar Kegiatan Harian Kami Disini Secara Gratis.

Memahami Orang Lain Melalui Bahasa Tubuhnya

Memahami Orang Lain Melalui Bahasa Tubuhnya

Untuk siapa tulisan ini ?

  • Para enterpreneur yang ingin meningkatkan kemampuannya.
  • Para politikus yang ingin memahami bahasa tubuh lebih mendalam.
  • Para pria dan wanita yang ingin mendekati pasangannya.
  • Siapapun yang ingin mengenal bahasa tubuh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

Tulisan ini menjelaskan tentang cara membaca sinyal bahasa tubuh yang ditampilkan orang lain untuk kesuksesan Anda. Di dalam tulisan ini Anda akan mempelajari bagaimana gerakan suatu tubuh ternyata menyimpan isyarat tertentu yang kadang tidak disadari oleh manusia.

Seni mempelajari gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan sikap tubuh

Dalam pertemuan tatap muka, kebanyakan orang tidak menyadari keinginan tersembunyi yang muncul dari gerakan, ekspresi wajah, dan sikap tubuhnya.

Membaca bahasa tubuh adalah keahlian yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkomunikasi secara efektif sekaligus mendapatkan reaksi yang Anda inginkan dari siapapun.

Dalam tulisan ini Anda akan mempelajari 5 aspek penting dalam tubuh Anda yang akan membantu Anda membaca isyarat dan sinyalnya.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari dari tulisan ini antara lain:

  • apa hal mendasar dari bahasa tubuh Anda;
  • bagaimana tangan dan berjabat tangan dapat digunakan untuk memperoleh kekuasaan;
  • apa saja gerakan yang sering dilakukan pendusta;
  • bagaimana posisi kaki dan tungkai mengungkapkan apa yang dilakukan oleh pikiran; dan
  • apa saja sikap dan isyarat yang sering dilakukan oleh pasangan kekasih.

Tiga peraturan dalam membaca hal yang mendasar dari bahasa tubuh

Terdapat tiga peraturan yang bisa Anda pelajari dalam membaca bahasa tubuh. Aturan mendasar pertama adalah bacalah gerakan tubuh dalam satu kesatuan bukan terpisah.

Salah satu kesalahan paling serius dari pemula dalam membaca bahasa tubuh adalah memaknai satu gerak tunggal secara terpisah dari gerak atau situasi lainnya.

Contohnya menggaruk kepala tidak selalu berarti ragu-ragu, berbohong atau lupa tetapi bisa juga menandakan adanya ketombe. Seperti bahasa lisan, bahasa tubuh memiliki kata, kalimat dan penekanan.

Ketika gerak tubuh muncul dalam “kalimat” maka Anda akan memahami makna yang sepenuhnya.

Seperti kalimat lisan, kelompok bahasa tubuh perlu sedikitnya mengandung tiga kata sebelum dirumuskan dengan akurat. Orang yang “perseptif” adalah orang yang mampu membaca kalimat bahasa tubuh dan mencocokkannya dengan kalimat lisan secara akurat.

Untuk lebih memahaminya, berikut contoh kelompok gerak tubuh “Penilaian Kritis” yang sering digunakan ketika seseorang tidak terkesan dengan apa yang mereka dengar.

Sinyal utamanya adalah gerakan tangan ke wajah, dengan jari telunjuk menunjuk ke bagian atas pipi sementara jari-jari lainnya menutup mulut dan ibu jari menyangga dagu. Contoh “kalimat” bahasa tubuh ini berkata “Aku tidak menyukai apa yang kaukatakan” atau “Aku tidak setuju”.

Selanjutnya aturan kedua adalah carilah ketimpangan dalam bahasa tubuhnya. Riset menunjukkan bahwa sinyal-sinyal nonlisan membawa dampak lima kali lebih besar daripada lisan yang terucap dalam suatu komunikasi.

Ketika bahasa lisan dan nonlisan tidak selaras, orang-orang terutama wanita akan mengandalkan pesan nonlisan dan mengabaikan pesan lisan yang diucapkan.

Contohnya adalah ketika Anda melihat seorang politikus yang berdiri di podium dan bicara dengan percaya diri, tetapi lengannya terlipat rapat di depan dada (defensif) dan dagunya diturunkan (kritik/keras) sambil mengatakan dia sangat menerima dan terbuka pada gagasan anak muda, apakah Anda akan percaya? Kemungkinan tidak, karena adanya ketimpangan di antara bahasa lisan dan bahasa tubuh.

Terakhir, aturan ketiga adalah bacalah gerak tubuh dalam konteksnya. Semua gerak tubuh harus dipertimbangkan dalam konteks kemunculannya, bagaimana situasi dan kondisi ketika seseorang mengeluarkan bahasa tubuhnya.

Misalnya saja, seseorang duduk di terminal bus dengan lengan dan tungkai yang dilipat rapat dan dagu diturunkan tetapi keadaannya saat itu sedang musim dingin. Maka kemungkinan besar orang itu sedang kedinginan bukan sedang bersikap defensif.

Namun jika dia menunjukkan sikap tubuh yang sama ketika Anda menawarkan suatu produk tertentu maka bisa diinterpretasikan bahwa ia menolak tawaran Anda sebelum Anda selesai berbicara.

Kuasa ada di tangan dan jabat tangan Anda

Tangan adalah alat yang paling penting dalam evolusi manusia, dan ada lebih banyak koneksi antara otak dan tangan dibandingkan bagian tubuh lainnya. Hanya sedikit yang memikirkan perilaku tangannya atau cara berjabat tangan ketika bertemu orang lain.

Namun, lima sampai tujuh guncangan pertama dalam jabat tangan itulah yang menentukan apakah akan terjadi dominasi, kepatuhan atau perebutan kekuasaan.

Sepanjang sejarah, telapak tangan yang terbuka telah dikaitkan dengan kebenaran, kejujuran, persekutuan, kepatuhan atau ketundukan.

Analoginya adalah seperti anjing yang memamerkan tenggorokannya untuk menunjukkan kepatuhan, manusia menunjukkan telapak tangannya untuk menunjukkan bahwa ia tidak bersenjata dan bukan ancaman.

Saat digunakan dengan cara tertentu, kekuatan telapak tangan diam-diam akan memberikan kekuasaan kepada penggunanya. Ada tiga gerak perintah utama dari telapk tangan: Posisi Telapak ke Atas, Posisi Telapak ke Bawah, dan Posisi Telapak Tertutup dengan jari menunjuk.

Posisi Telapak ke Atas dimaknai sebagai “menyerahkan” membuat seseorang tidak terancam. Posisi Telapak ke bawah menunjukkan bahwa Anda menyatakan wewenang. Dan, posisi Telapak Tertutup dengan Jari Menunjuk menyimbolkan bahwa pembicara akan “memukuli” pendengarnya agar patuh sehingga membuat pendengar sangat terancam.

Tenyata berjabat tangan adalah peninggalan leluhur kita. Di zaman primitif dahulu, ketika suku-suku bertemu dalam kondisi bersahabat, mereka akan mengulurkan lengan dengan telapak tangan terbuka untuk menunjukkan bahwa tidak ada senjata yang dipegang atau disembunyikan. Maka, posisi Genggaman Lengan Bawah dianggap sebagai sapaan umum.

Jika seorang pemimpin lebih kuat dari yang lain, dia akan memposisikan tangannya berada di atas tangan yang lain yang dikenal sebagai posisi Tangan Lebih Atas. Kebalikannya, mengulurkan tangan dengan telapak menghadap ke atas akan memberikan dominasi kepada orang lain.

Kemudian, untuk menciptakan perasaan kesetaraan dan saling menghargai maka posisinya adalah kedua telapak tangan tetap berada dalam posisi tegak.

Sementara itu, jika Anda ingin melemahkan perebutan kekuasaan dari orang lain maka ada 2 teknik yang bisa Anda gunakan :

  1. Teknik Melangkah ke Kanan; Pertama-tama Anda melangkah maju dengan kaki kiri sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengannya lalu melangkahlah maju dengan kaki kanan dan putarlah telapak tangannya ke atas.
  2. Teknik Tangan di Atas Jabatan Tangan; tempatkan tangan kiri Anda di atas tangan kanan penerima untuk membentuk jabatan tangan ganda, setelah itu luruskan jabatan tangan itu.

Kenalilah tanda-tanda kebohongan dengan membaca bahasa tubuhnya!

Ucapan adalah tanda kebohongan yang tidak bisa diandalkan karena tanda ini bisa dikendalikan pelakunya. Namun, gerak tubuh yang dilakukan secara otomatis adalah petunjuk yang bisa diandalkan dari pendusta karena mereka tidak dapat mengendalikannya.

Bagian wajah adalah bagian tubuh yang paling banyak digunakan untuk menutupi kebohongan.

Seringnya orang akan menggunakan senyum, anggukan dan kedipan untuk menutupi dusta, tetapi tetap saja sinyal-sinyal tubuh akan menunjukkan ketimpangan antara gerak tubuh dan sinyal wajah. Dan, ketimpangan yang sekilas tampak di wajah mengungkapkan adanya konflik emosi di diri pelaku.

Ada satu fakta menarik tentang kebohongan bahwa wanita paling pandai berbohong. Penulis mindreading yang bernama Sanjida O’Connell Ph.D. melakukan penelitian tentang bagaimana manusia berbohong selama lima bulan dan menyimpulkan bahwa wanita lebih pandai berdusta daripada pria. Mengapa?

Karena wanita lebih pandai membaca emosi dan oleh karenanya mampu memanipulasi orang lain dengan kebohongan yang sesuai.

Berbohong itu sulit karena pikiran bawah sadar bertindak secara otomatis dan terpisah dari kebohongan lisan pelaku yang bahasa tubuhnya akan membuatnya ketahuan berbohong.

Namun kebohongan bisa terlihat “halus” dengan cara latihan terus menerus dan mengurangi gerak tubuhnya atau menyembunyikan gerak tubuhnya misalnya penipu yang menghubungi lewat telepon atau surat elektronik yang gerakan tubuhnya tidak terlihat oleh Anda.

Untuk mengetahui apakah seseorang sedang melakukan kebohongan atau tidak, Anda dapat menggunakan 8 tanda gerakan berdusta yang paling sering tampak sebagai berikut :

  1. Menutup mulut
  2. Menyentuh hidung
  3. Mengusap ringan hidung
  4. Menggosok mata
  5. Meraih telinga
  6. Menggaruk leher
  7. Menarik leher baju
  8. Meletakkan jari di mulut

Apa yang ingin dilakukan pikiran seseorang bisa terungkap dari gerakan kaki dan tungkainya

Anda akan semakin tidak menyadari apa yang dilakukan tubuh Anda ketika letak bagian tubuh tersebut semakin jauh dari otak Anda. Sebagian Anda dapat peka terhadap gerakan wajah sendiri namun kemudian akan berkurang kesadarannya terhadap lengan dan tangan.

Urutan selanjutnya adalah dada dan perut. Dan bagian yang paling tidak Anda sadari adalah tungkai dan nyaris tidak menyadari kaki Anda.

Ini mengindikasikan bahwa tungkai dan kaki dapat menjadi sumber informasi yang penting tentang sikap seseorang karena bagian ini sering tidak disadari dan tidak pernah dipertimbangkan untuk dipalsukan gerakannya.

Seseorang bisa terlihat tenang dan terkendali, namun jika kakinya mengetuk lantai atau menendang udara maka sebenarnya ia mengungkapkan perasaan frustasinya karena tidak bisa melarikan diri.

Evolusi pada tungkai manusia digunakan untuk bergerak maju mendapatkan makanan dan untuk melarikan diri dari bahaya yang terlihat.

Karenanya, cara seseorang menggunakan kaki dan tungkai akan mengungkapkan ke mana mereka akan pergi atau dengan kata lain apakah mereka akan meninggalkan atau meneruskan perbincangan. Posisi tungkai tidak disilangkan menunjukkan keterbukaan sedangkan posisi disilangkan menunjukkan sikap yang tertutup.

Misalnya saja ketika seorang wanita tidak berminat dan memberikan bahasa tubuh “tidak” pada seorang pria maka ia akan melipat tangan di depan dada dan menyilangkan kaki ke arah yang menjauhi pria tersebut.

Sedangkan ketika wanita tersebut berminat kepada seorang pria ia tidak menyilangkan kakinya dan tidak melipat tangannya.

Sebenarnya ada empat posisi berdiri utama yang menyiratkan makna tertentu :

  • Sikap Siap; Ini adalah posisi resmi yang netral tanpa komitmen untuk tetap tinggal atau pergi.
    Membuka Kaki Lebar-Lebar; Ini adalah gerakan memamerkan selangkangan, memberi kesan jantan pada pelakunya.
  • Kaki Dimajukan; Posisinya adalah berat tubuh digeser ke salah satu pinggul dan membuat kaki depan menunjuk ke depan, memberi sinyal ketertarikan pada seseorang yang ditunjuk kakinya
  • Menyilangkan Tungkai; Posisi ini bisa dimaknai dengan keragu-raguan, tidak percaya diri dan defensif

Kenali bahasa tubuh saat berkencan untuk mengetahui apakah ia tertarik dengan Anda atau tidak.

Bagian penting dari perkencanan adalah bahasa tubuh karena akan mengungkapkan seberapa tersedia, menarik, siap, bersemangat, seksi atau putus asanya seseorang.

Ingat, perkataan bisa diakali namun bahasa tubuh akan bergerak otomatis menunjukkan apa yang dipikirkan oleh lawan bicara Anda

Dari semua penelitian tentang perkencanan ternyata wanita menjadi pemrakarsa di 90% waktu. Mengapa? Padahal biasanya pria yang melakukannya terlebih dahulu?

Hal di atas, karena wanita melakukan secara samar dan  sebagian besar pria berpikir dialah yang mengambil langkah pertama padahal kenyataannya tidak.

Riset menunjukkan juga bahwa pria cenderung keliru mengartikan keramahan dan senyuman sebagai minat seksual karenanya sulit mengartikan sinyal samar dari bahasa tubuh seorang wanita. Mengapa?

Karena pria memiliki sepuluh sampai dua puluh kali banyak testosteron daripada wanita, yang membuat mereka memandang dunia dengan kacamata seksual.

Ada lima tahapan dalam proses ketertarikan wanita terhadap pria :

  1. Kontak mata; Wanita akan menahan tatapannya sekitar lima detik dan mengulanginya rata-rata tiga kali sebelum pria menyadari apa yang sedang terjadi
  2. Tersenyum; Senyuman kecil yang singkat akan menunjukkan lampu hijau
  3. Merapikan diri, salah satunya adalah memainkan rambutnya sampai enam detik yang menunjukkan dia merapikan diri untuk si pria
  4. Bicara; Kalimat klise seperti “Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” adalah kalimat yang diniatkan untuk mencairkan suasana
  5. Menyentuh; Biasanya wanita akan mencari peluang memprakarsai sentuhan ringan di lengan pria, entah secara “tidak sengaja” maupun sengaja. Lalu sentuhan pada bahu pria memberi kesan bahwa wanita peduli pada kesehatan dan tampilannya.

Selain itu, wanita akan memberikan 13 gerakan dan sinyal perkencanan yang paling umum, yaitu mengibaskan rambut, mulut sedikit dibuka, menyentuh diri, pergelangan tangan yang lemas, memainkan benda berbentuk silinder, pergelangan tangan yang terbuka, melirik ke samping sambil mengangkat bahu, melenggokkan pinggul, mencondongkan pinggul, kedekatan tas tangan wanita, lutut yang menunjuk, memainkan sepatu, dan melipat tungkai.

Sedangkan pria akan memberi sinyal perkencanan dengan gerakan otomatis merapikan diri seperti meluruskan dasi, merapikan leher baju, mengibaskan debu imajiner dari bahunya, menyentuh ujung lengan baju atau arloji, serta mengatur ulang kemeja, jasa dan bagian busana lainnya.

Kesimpulan

  • Ada 3 aturan dasar dari bahasa tubuh yaitu membacanya dalam satu kesatuan, mencari ketimpangan, dan membacanya dalam konteksnya
  • Untuk menunjukkan bahwa Anda lebih kuat dari yang lain, maka posisikan tangan Anda berada di atas tangan yang lain.
  • Ada 8 tanda gerakan berdusta yaitu : menutup mulut, menyentuh hidung, mengusap ringan hidung, menggosok mata, meraih telinga, menggaruk leher, menarik leher baju, dan meletakkan jari di mulut.
  • Posisi tungkai yang tidak disilangkan menunjukkan keterbukaan sedangkan posisi tungkai yang disilangkan menunjukkan kebalikannya.
  • 5 tahapan sinyal dan gerakan dalam proses ketertarikan sepasang kekasih adalah kontak mata, senyuman, merapikan diri, bicara dan menyentuh.
KELUAR