Senin, 14 Jun 2021
  • Selamat Datang di Situs Resmi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Landak. Terimakasih Sudah Berkunjung dan Dapatkan Berita Menarik Setiap Hari Seputar Kegiatan Harian Kami Disini Secara Gratis.

Seni Memilih dan Memutuskan Sebuah Pilihan

Seni Memilih dan Memutuskan Sebuah Pilihan

Belajar memahami apa itu pilihan dan bagaimana cara membuat pilihan yang benar

Pilihan merupakan bagian dari kehidupan. Seberapa bencinya Anda dengan aktivitas memilih, pilihan sejatinya dibuat mulai dari Anda bangun tidur sampai tidur lagi.

Karena itu, fokus terhadap masalah pilihan ini menjadi suatu hal yang penting untuk dipelajari agar Anda dapat membuat pilihan-pilihan tepat dalam hidup Anda.

Cara memahami definisi pilihan dengan benar

Definisi tentang kehidupan ini begitu beragam, tergantung siapa yang mendefinisikannya. Maka, definisi tentang kehidupan ini tidak akan sama satu dengan yang lain, baik secara teori maupun praktiknya.

Namun yang pasti, dalam kehidupan ini manusia berdiri sebagai dua sosok, yaitu individu tunggal yang memiliki kebutuhan dasar dan orientasi tertentu, serta sebagai anggota suatu kelompok yang menuntut seseorang untuk memiliki peran tertentu.

Kehidupan manusia dibatasi oleh suatu hukum tertentu, baik yang tertulis ataupun tidak. Hukum tidak tertulis ini biasanya lahir dari norma dan nilai-nilai daerah dimana ia berada. Sedangkan hukum tertulis memiliki bentuk dan sanksi yang jelas.

Karena adanya hukum tersebut, manusia harus berhati-hati dalam mengambil setiap langkah dalam hidupnya dan membuat ia tidak bisa bertindak semaunya.

Kehidupan manusia juga dipenuhi dengan berbagai proses. Misalnya saja proses pertumbuhan manusia.

Manusia tidak tiba-tiba lahir sebagai orang dewasa, ia lahir menjadi seorang bayi yang kemudian tumbuh secara perlahan menjadi orang dewasa. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa proses adalah sesuatu yang menjadikan kehidupan yang sesungguhnya.

Manusia yang tidak berproses sejatinya bisa disebut sebagai benda mati. Tidak berubah, tidak berpindah, dan terikat dengan objek-objek di sekelilingnya.

Intinya, walaupun proses berjalan dengan lambat tetap harus dihargai. Walaupun kecil, proses harus tetap terus dilakukan, terlebih kesempatan untuk berproses bisa tidak datang dua kali.

Hidup bisa diartikan juga sebagai sekumpulan pilihan-pilihan yang dikumpulkan menjadi satu. Dimulai dari pilihan yang sederhana, seperti memilih menu untuk dimakan, pakaian untuk dibeli, hingga pilihan dengan tingkatan yang sulit.

Selama manusia hidup, manusia tidak akan berhenti untuk memilih. Manusia tidak bisa berhenti memilih karena hidup juga identik dengan perubahan. Perubahan tersebut menuntut manusia untuk terus memilih.

Hidup yang diisi pilihan demi pilihan ini membuat aktivitas memilih menjadi suatu yang penting. Pilihan yang dipilih manusia juga akan menentukan masa depannya.

Pertimbangan manusia dalam memilih juga berbeda-beda. Tergantung latar belakang pendidikan, kepribadian, kepercayaan, dan tujuan hidup masing-masing.

Untuk itu, dalam menjalani hidup yang baik dan bermakna tentu manusia harus selalu mensyukuri anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan. Dan, bentuk rasa syukur manusia terhadap Tuhannya adalah dengan memilih pilihan-pilihan yang baik ketika berproses dalam hidup.

Kenali filosofi dalam memilih!

Secara bahasa, memilih artinya menentukan, menimbang, memikirkan jalan atau opsi terbaik dan paling sesuai. Memilih juga merupakan sesuatu yang bersifat kontekstual.

Dalam pengerjaannya, memilih dipengaruhi ruang, waktu, serta sumber daya yang ada di sekitar objek. Pilihan juga bersifat menyeluruh dalam kehidupan manusia. Pilihan ada dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Pilihan itu sendiri lahir dari kebutuhan manusia. Ketika manusia berupaya memenuhi kebutuhan demi kebutuhannya, maka pilihan akan muncul dengan sendirinya.

Pilihan juga lahir dari hasil kolaborasi antara dirinya sendiri dengan lingkungannya. Kolaborasi tersebut merupakan suatu sistem yang merupakan penggabungan antara hukum tertulis dan tidak terlulis yang berlaku di lingkungannya.

Dalam aplikasinya, memilih suatu pilihan tidak akan semudah dengan teorinya. Selain dari tingkat kesulitan dari pilihan itu sendiri, masalah juga datang dari ‘paradox if choice’ atau kebingungan dalam suatu pilihan.

Salah satu paradoks ternyata lahir ketika manusia dihadapkan dengan banyak pilihan. Pilihan yang banyak secara natural lahir dari idealisme manusia itu sendiri.

Misalnya di Indonesia, dulu jumlah merk HP hanya ada beberapa, tapi saat ini jumlahnya telah mencapai belasan dan selalu ada HP baru setiap satu bulan sekali.

Dampak dari banyaknya pilihan bagi manusia adalah datangnya rasa bingung. Rasa ini kemudian tumbuh menjadi rasa ragu. Keraguan kemudian membuat hidup manusia manjadi tidak nyaman.

Maka dari itu, terkadang hidup dengan segala keterbatasan adalah sesuatu yang baik karena akan membatasi pilihan-pilihan yang ada. Karena pilihan menjadi terbatas, otomatis rasa bingung dan ragu tidak akan datang.

Paradoks kedua lahir pada suatu kondisi ketika pilihan-pilihan yang tersedia tidak membuat Anda bahagia.

Hal itu terjadi karena pilihan yang Anda inginkan tidak tersedia atau karena pilihan tersebut berada di luar batasan yang ada. Suatu batasan yang lahir dari hukum tertulis dan tidak tertulis.

Pada dasarnya menilai suatu pilihan itu baik atau buruk untuk Anda adalah suatu yang sulit. Namun yang pasti, menemukan jalan menangani bagaimana pilihan yang Anda inginkan adalah jalan terbaik untuk melihat pilihan tersebut sebagai sebuah kebahagiaan.

Anda pasti menginginkan pilihan yang baik, bukan pilihan yang buruk

Baik buruk itu sendiri didefinisikan oleh Daniel Bernouli sebagai sesuatu yang mendatangkan keuntungan dan kerugian. Pilihan baik mendatangkan keuntungan, sedangkan pilihan buruk mendatangkan kerugian.

Dalam praktiknya, menentukan baik buruk suatu pilihan berdasarkan untung-ruginya bukanlah suatu hal yang mudah. Misalnya bagi masyarakat urban, untuk membeli suatu burger diskon dengan harga 30.000 yang awalnya 50.000 adalah pilihan yang bagus.

Namun, bagi masyarakat yang tidak terbiasa makan burger, maka dia akan berpikir ulang dengan membandingkan nominal 30.000 tersebut dengan pilihan yang lain.

Untuk menghindari pilihan yang buruk, terlebih dahulu Anda harus menentukan 3 tahapan dalam memilih, yaitu mudah, sedang, dan sulit. Tahapan-tahapan ini dipengaruhi oleh nilai dan konteks pilihan yang ada.

Adapun untuk menghindari kegagalan dalam memilih, Anda harus menghindari kesalahan dalam memperkirakan rasa sakit di masa depan serta sikap berlebihan dalam kesenangan yang dirasakan pada hari ini.

Dalam menentukan pilihan, pastinya Anda akan selalu berharap jika diri Anda selalu berada dalam kondisi yang on.

Akan tetapi hal tersebut hampir mustahil dilakukan karena adanya bebarapa hal yang datang secara tidak sadar seperti pemikiran yang tidak rasional. Ini adalah hal paradoks lain yang sering terjadi ketika sedang memilih.

Untuk memahami paradoks ini, ada suatu penelitan yang membuktikan bahwa Jerman dan Austria, yang notabene memiliki budaya serupa ternyata memiliki sikap berbeda terhadap aktivitas donor organ tubuh.

Persentase di Jerman adalah 12% sedangkan Austria adalah 100%. Perbedaan ini terjadi karena suatu hal yang sederhana, yaitu bentuk persetujan yang berbentuk checklist dan pengabaian, bukan karena budaya negara mereka.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa memilih adalah aktivitas yang penting karena akan menentukan masa depan pemilihnya. Namun, manusia akan dihinggapi rasa resah dan bingung sehingga membuat aktivitas memilih menjadi sesuatu yang menakutkan.

Kebingungan ini juga lahir karena hawa nafsu manusia untuk mencari kebebasan dan dapat membuat seseorang meragukan kemampuannya sendiri dalam menentukan pilihan.

Paradoks ini lahir dari ideologi seseorang. Ideologi itu sendiri berarti sudut pandang dan dasar pemikiran yang digunakan dalam menentukan pilihan. Manusia hari ini mayoritas berideologi kapitalis yang membuat dirinya menjadi manusia yang individual.

Hal ini juga yang menjadi penyebab dari berbagai masalah di atas. Untuk keluar dari ideologi ini, seseorang harus berpikir secara luas dan melepas sifat individualisnya.

Memahami cara membuat pilihan agar lebih mudah memilih

Hidup ini tidak akan lepas dari yang namanya pilihan dan memilih. Terkadang Anda akan menemukan kondisi yang beragam. Salah satunya adalah ketika Anda dihadapkan dengan suatu pilihan yang sulit.

Pilihan akan menjadi sulit ketika pilihan tersebut memiliki keterikatan dengan pilihan-pilihan yang lain, bersifat setara antara pilihan yang ada, atau lahir dari mindset negatif Anda sendiri.

Ketika Anda bertemu dengan kondisi ini, Ada empat langkah yang bisa Anda lakukan. Pertama, cobalah temukan alasan-alasan yang menjadi bahan pertimbangan Anda dalam memilih.

Ketika Anda sudah mengetahui pilihan yang baik, maka Anda akan lebih mudah mengenal pilihan Anda. Jangan lupa untuk terus membuka diri dengan berbagai referensi dan jadikan alasan-alasan tadi sebagai penguat Anda dalam menentukan pilihan.

Pada dasarnya seseorang lebih baik untuk berperan menjadi seorang driver dalam pengambilan keputusannya. Menjadi driver juga terbukti membuat seseorang lebih cerdas.

Namun bagaimana jika Anda harus menemui kondisi yang sedemikian berat. Apakah Anda harus tetap menjadi seorang driver?

Perlu Anda ketahui bahwa tidak selamanya Anda harus menjadi seorang driver bagi pilihan-pilihan Anda. Ada kalanya ketika pilihan itu begitu sulit, Anda dapat menyerahkan pilihan Anda kepada seseorang yang lebih ahli.

Menjadi passenger bukan berarti membuat Anda menjadi rendah, tetapi membantu Anda untuk terhindar dari kesalahan yang lebih besar.

Hal lain yang membuat memilih menjadi suatu aktivitas yang menarik adalah seni didalamnya.

Anda yang mungkin menganggap bahwa pilihan yang banyak dan penuh dengan kebebasan dalam memilih adalah konsep terbaik maka Anda harus mengubah pemahaman ini dengan segera. Seni memilih menuntut Anda untuk berpikir secara meluas lagi.

Tidak selamanya pilihan yang banyak mendatangkan kebahagiaan. Anda terkadang harus membuat pilihan menjadi suatu yang lebih sederhana. Pun pada kebebasan memilih. Terkadang Anda harus memberikan orang lain yang lebih paham untuk menentukan pilihan Anda.

Dengan seni memilih, pertimbangan Anda dalam memilih tidak akan berpusat pada keinginan Anda, melainkan pada suatu faktor eksternal yang lebih kontekstual.

Masalah juga datang secara tidak sadar ketika Anda diberi pilihan yang sangat banyak. Misal ketika Anda pergi ke toko bunga kemudian Anda ditawari 200 jenis macam bunga, pasti Anda merasa kesulitan untuk menentukannya.

Pilihan yang terlalu banyak akan mendatangkan respon negatif, yaitu sikap penundaan, rasa salah serta ketidakpuasan terhadap pilihan yang sudah dipilih.

Ada empat cara yang dapat Anda lakukan ketika pilihan yang begitu banyak datang menghampiri Anda, yaitu:

  1. Cut, yaitu berhenti untuk menambah pilihan pada pilihan yang semula ada.
  2. Concretization, yaitu membuat pilihan-pilihan yang Anda miliki menjadi suatu yang konkret dengan menghadirkan pilihan tersebut menjadi nyata.
  3. Categorize, yaitu memisahkan plihan satu dengan yang lain berdasarkan kategorinya.
  4. Complexity, yaitu meningkatkan kompleksitas pilihan agar menjadi mudah untuk dipilih.

Setiap pilihan pasti memiliki nilai positif dan negatif
Hidup dikatakan sebagai proses karena tersusun oleh proses-proses yang dilakukan oleh manusia. Entah itu proses dalam hal biologis atau psikis. Tidak ada satu pun tahapan yang bisa dilewatkan tanpa melalui prosesnya.

Karena itu, menolak berproses berarti menolak untuk melanjutkan kehidupan. Mulai saat ini jangan pandang sebuah proses sebagai hal yang menjemukan, membosankan, atau bahkan menyeramkan.

Memilih sama artinya dengan memutuskan dengan menentukan mana yang terbaik diantara pilihan yang ada. Memilih dilakukan di semua aspek kehidupan mulai dari tidur sampai tidur lagi.

Memilih adalah suatu pekerjaan yang dilakukan setiap saat, namun pilihan yang dihasilkan sifatnya adalah temporer.

Ada beberapa persepsi yang harus Anda buang dalam meilihat suatu pilihan. Pikiran bahwa kesejahteraan dan kebebasan diukur dari banyaknya pilihan adalah pertama yang harus dijauhi.

Hal ini karena Ketika Anda dihadapkan suatu kondisi dimana tidak banyak pilihan yang ada, maka Anda akan merasa tidak puas atau tertekan. Sedangkan kondisi seperti ini sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Anda juga pasti ingin pilihan yang Anda buat adalah pilihan yang paling tepat. Anda pasti menginginkan hal ini setiap membuat pilihan.

Namun yang harus selalu Anda pegang adalah bahwa setiap pilihan itu pasti memiliki nilai positif dan negatif. Dan, dalam menentukan nilai-nilai tersebut tidak akan semudah dalam penerapannya.

Anda pasti akan kesulitan dalam membandingkan nilai dari setiap pilihan yang ada. Inilah salah satu kesulitan dalam membuat pilihan.

Dalam menentukan pilihan pastinya Anda juga ingin menggunakan akal yang rasional, namun kenyataannya Anda akan sering mengalami hal-hal yang irasional.

Namun hal ini tidak terjadi secara sengaja tentunya. Anda akan merasa bodoh, hilang akal, dan sebagainya secara tiba-tiba.

Cara berpikir irasional ini lahir peristiwa-peristiwa metafora yang Anda alami. Kesalahan kognitif juga bisa menyebabkan kekeliruan dalam hal kognitif.

Tanpa Anda sadari pilihan-pilihan yang Anda hadapi merupakan pintu masuk menuju sebuah keresahan dan kebingungan. Hal ini karena adanya risiko-risiko yang dihasilkan oleh pilihan yang ada.

Jika hal itu berlarut-larut dibiarkan maka dapat membuat seseorang menjadi terus merasa kurang cukup baik, malu dengan kekurangannya, bahkan merasa terhantui oleh pilihan-pilihan yang telah dibuat.

Untuk itu, mulailah berpikir lebih luas dan tinggalkan sosok yang individual dan egois dalam diri Anda.

Kesimpulan

  • Manusia tidak bisa berhenti memilih karena hidup juga identik dengan perubahan. Perubahan tersebut menuntut manusia untuk terus memilih.
  • Pilihan seseorang tergantung latar belakang pendidikan, kepribadian, kepercayaan, dan tujuan hidup masing-masing.
  • Secara bahasa, memilih artinya menentukan, menimbang, memikirkan jalan atau opsi terbaik dan paling sesuai.
  • Pilihan itu sendiri lahir dari kebutuhan manusia. Ketika manusia berupaya memenuhi kebutuhan demi kebutuhannya, maka pilihan akan muncul dengan sendirinya.
  • Paradoks memilih lahir dari ideologi seseorang. Ideologi itu sendiri berarti sudut pandang dan dasar pemikiran yang digunakan dalam menentukan pilihan.
  • Cara berpikir irasional ini lahir peristiwa-peristiwa metafora yang Anda alami. Kesalahan kognitif juga bisa menyebabkan kekeliruan dalam hal kognitif.
penulis
@mumu

Tulisan Lainnya

1 Komentar

Wakil Sekretaris, Jumat, 21 Mei 2021

Silahkan daftarkan diri Anda untuk menjadi bagian dari penulis di sini.

Tulis dan sebarkan manfaat Anda kepada mereka yang membutuhkan tulisan Anda. Mari lebih luaskan lagi manfaat Anda kepada semua orang.

KELUAR